JadwalRaudah

Cara Memilih Jadwal Raudah di Aplikasi Nusuk

Ditulis Tim JadwalRaudah · 16 September 2026

Aplikasi Nusuk menampung banyak layanan sekaligus, dan panduan yang beredar biasanya membahasnya dari nol: mengunduh, mendaftar, lalu memverifikasi akun. Halaman ini sengaja tidak mengulang semuanya. Kami memusatkan perhatian pada satu layar yang paling sering membuat jamaah termenung, yakni ketika tanggal dan sesi kunjungan Raudah harus dipilih.

Sekilas bagian itu terasa remeh. Tinggal menyentuh salah satu pilihan yang muncul, selesai. Persoalannya, izin yang sudah terbit terikat pada satu janji temu tertentu, sehingga kekeliruan kecil pada tahap ini tidak bisa diperbaiki dengan menekan tombol kembali.

Tiga hal yang sebaiknya beres sebelum layar pemilihan terbuka

Aplikasi yang benar. Nusuk terdaftar di App Store, Google Play, maupun Huawei AppGallery. Platform ini diluncurkan pada September 2022 menggantikan Eatmarna, dan versi Bahasa Indonesianya diperkenalkan di Jakarta pada 24 Oktober 2022. Ambil dari toko aplikasi di ponsel Bapak atau Ibu, bukan dari berkas pemasangan yang dikirim seseorang lewat pesan.

Jenis akun yang tepat. Jamaah asal Indonesia mendaftar sebagai akun pengunjung. Login Nafath yang kadang terlihat di layar hanya diperuntukkan bagi warga negara dan penduduk Arab Saudi, jadi tidak perlu dikejar. Salah memilih jalur pendaftaran di awal membuat proses berhenti sebelum pemilihan jadwal sempat terbuka.

Data setiap orang. Izin Raudah bersifat pribadi dan terikat pada identitas pemegangnya, sehingga rombongan sekalipun tetap mengurus atas nama masing-masing. Menyiapkan data seluruh anggota rombongan lebih dahulu jauh lebih nyaman daripada mencarinya satu per satu sambil layar terbuka.

Urutan memilih jadwal, ditulis menurut fungsinya

Kami menuliskan tahapan berikut berdasarkan fungsi, bukan berdasarkan teks tombol yang tampil. Tampilan aplikasi berubah dari satu pembaruan ke pembaruan berikutnya, sementara alur fungsinya jauh lebih stabil. Kalau nanti nama menunya berbeda dengan yang Bapak dan Ibu lihat, carilah fungsinya.

Tahap pertama: tentukan siapa yang akan berkunjung

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menerbitkan layanan izin Raudah secara terpisah untuk pria dan untuk wanita. Artinya, pilihan kategori di awal bukan penyaring tampilan belaka, melainkan pintu masuk ke alur yang memang berbeda. Tetapkan lebih dahulu siapa saja yang akan diajukan, lalu kerjakan satu per satu sampai tuntas, bukan bergantian setengah jalan.

Tahap kedua: pilih tanggal, baru baca sesi yang muncul

Sesi yang tersedia baru tampil setelah tanggalnya ditentukan. Yang muncul di sana adalah sesi yang benar-benar masih terbuka untuk tanggal tersebut, sudah menyesuaikan kategori dan sisa kapasitas. Karena itu, membawa hafalan jam dari tabel di luar aplikasi justru membingungkan — alasannya kami uraikan pada bahasan pembagian sesi pria dan wanita.

Tahap ketiga: cocokkan data sebelum pilihan dikunci

Sebelum mengunci sesi, luangkan waktu sebentar untuk memeriksa kembali ejaan nama dan nomor dokumen perjalanan yang tertera. Pemeriksaan di pintu masuk mempertemukan izin dengan identitas pemegangnya, jadi ketidakcocokan yang terlihat sepele di layar bisa menjadi persoalan di lapangan.

Tahap keempat: pastikan bukti izinnya benar-benar bisa dibuka

Bukti izin berupa kode QR di dalam aplikasi, dan kode itu ditunjukkan untuk dipindai petugas di pintu. Pakailah ponsel yang memang akan dibawa ke Masjid Nabawi. Perlu diingat pula bahwa kode tersebut terikat pada satu janji temu dan habis setelah dipakai; kunjungan berikutnya memerlukan izin baru.

Tersendat di salah satu tahap?

Kalau ada tahap yang tampilannya berbeda dengan yang Bapak dan Ibu harapkan, atau ragu memilih kategori untuk rombongan, ceritakan saja dulu keadaannya. Bertanya tidak dipungut biaya dan tidak mengikat Bapak dan Ibu untuk melanjutkan.

Tanya Dulu via WhatsApp

Kalau sesi yang diinginkan sudah penuh

Ini keadaan yang wajar dan tidak perlu membuat panik. Otoritas menyediakan fitur daftar tunggu: jamaah mendaftar pada sesi yang sedang penuh, lalu menerima pemberitahuan apabila ada tempat yang kembali kosong. Fitur ini menempatkan Bapak dan Ibu pada antrean pemberitahuan, bukan menggeser jamaah lain.

Satu hal yang kerap disalahpahami: istilah daftar tunggu di sini sama sekali berbeda maknanya dengan daftar tunggu haji yang kita kenal di tanah air. Yang ini berhubungan dengan satu sesi kunjungan pada tanggal tertentu, bukan antrean bertahun-tahun. Karena pemberitahuannya datang lewat aplikasi, pastikan notifikasi tidak dibisukan dan akunnya tetap dalam keadaan masuk.

Ada pula jalur lain yang berguna diketahui, yaitu Jalur Instan. Layanan ini tidak terikat pembatasan frekuensi seperti pemesanan reguler, tetapi memiliki syarat yang sering luput dibaca: pemohon harus sedang berada di Kawasan Pusat Madinah, yakni kawasan di sekitar Masjid Nabawi. Dengan kata lain, jalur ini belum bisa dipakai selagi Bapak dan Ibu masih di tanah air maupun ketika masih berada di Makkah.

Yang paling sering terlewat saat mengisi data

  • Mengira satu pengajuan mencakup satu keluarga. Izin tidak dapat dipindahtangankan, sehingga setiap jamaah memerlukan izinnya sendiri, termasuk anggota keluarga yang berangkat bersama.
  • Menyalin data dengan tergesa. Nama dan nomor dokumen sebaiknya disalin persis seperti tertera pada paspor, bukan dari ingatan.
  • Memakai ponsel orang lain untuk memesan. Kode QR akan diminta di pintu masuk; kalau ponselnya tertinggal di penginapan atau dipegang orang lain, buktinya tidak ada.
  • Melewatkan pemberitahuan. Perubahan status dan kabar dari daftar tunggu masuk lewat aplikasi, bukan lewat pesan dari pihak luar.
  • Belum menyadari larangan memotret di dalam Raudah. Larangan itu ditegakkan petugas, dan jamaah diarahkan untuk terus bergerak. Mengetahuinya sejak awal membuat kunjungan lebih tenang.

Satu kebiasaan yang menutup pintu penipuan

Petugas haji Indonesia pernah mengeluarkan peringatan mengenai tautan palsu yang mengatasnamakan Nusuk dan disebarkan lewat WhatsApp, biasanya dengan dalih ada masalah pada kartu Nusuk jamaah. Imbauannya jelas: jangan percaya dan jangan diklik. Kebiasaan yang paling aman adalah membuka aplikasi yang sudah terpasang, atau mengetik sendiri alamat nusuk.sa di peramban.

Perlu ditegaskan pula bahwa penerbitan izin Raudah di Nusuk tidak dipungut biaya oleh pemerintah Arab Saudi, dan pemerintah Indonesia meminta jamaah melaporkan siapa pun yang memungut bayaran atas akses Raudah. Apa yang kami tawarkan adalah jasa bantuan dan pendampingan pengurusannya, bukan menjual izin — dan itu dua hal yang harus selalu dibedakan.

Sebelum menutup halaman ini

Ketentuan di Nusuk dapat berubah sewaktu-waktu, mulai dari tampilan menu sampai pengaturan sesi. Karena itu, pastikan memeriksa kembali aplikasi Nusuk terbaru sebelum berangkat, dan perlakukan panduan mana pun — termasuk halaman ini — sebagai gambaran alur, bukan pengganti apa yang tertera di layar. Bila Bapak dan Ibu ingin memperkirakan berapa lama waktu yang perlu disediakan pada hari kunjungan, bacaan tentang lamanya rangkaian kunjungan dapat membantu menyusun jadwal harian.

Ingin ditemani sampai sesinya terpilih?

Kami mendampingi jamaah membaca pilihan yang muncul di aplikasi dan menyiapkan datanya lebih dahulu, supaya tidak salah memilih sesi. Penerbitan izinnya tetap sepenuhnya di tangan sistem Nusuk. Ceritakan rencana perjalanan Bapak dan Ibu, nanti kami bantu petakan.

Konsultasi Gratis via WhatsApp

WhatsApp